Heran, heran sekali melihat
orang-orang yang menyambut pergantian tahun dengan cara yang sebenarnya itu tidak menguntungkan mereka. Kenapa harus
dirayakan?? Kenapa kalau tidak dirayakan?? Toh meskipun dirayakan ga ngubah nasib
kita kan? Mending malam pergantian tahun baru itu kita isi dengan hal-hal yang
bermanfaat. Ga usah buang-buang duit demi beli terompet dan petasan, mending
ditabung buat bekal menjalani hari baru, iya ga sih? (sifat orang2 Indonesia
konsumtif sih, jadi agak susah nabung).
“Kan di buku N. Greogory Mankiw dijelaskan
semakin besar tingkat konsumsi kita, maka GDP kita akan meningkat juga, hal ini
bagus untuk pembangunan”. Kata siapa? Emang bener, tapi dalam jangka pendek,
tapi dalam jangka panjangnya?? Negara sekarat‼
mending ditabung sehingga ada modal untuk diinvestasikan. Cara ini lebih
membantu pembangunan Negara. Konsumsi emang perlu, tapi ga berlebihan juga.
Aneh aja, denger doa-doa dan
harapan-harapan mereka di tahun yang akan datang, entah tantang karirnya,
jodohnya, kuliahnya, sekolahnya dan la…la…la…tapi cara mereka menyambut
pergantian tahun baru masih aja seperti itu hmm heran… Kalo emang ingin yang
baik2 ditahun mendatang, harusnya pergantian tahun juga dimulai dengan yang
baik-baik pula, bukan malah menghamburkan duit kemana-mana, mending kalau
disedehkan ke masyarakat kalangan bawah, lah ini? Uangnya dibuat beli petasan,
kembang api, terompet dan berbagai atribut tahun baruan, hal ini malah menambah
perdagangan petasan meraja lela, katanya dilarang?? Tapi? Entahlah..
“ga gaul lu, ga ikut ngerayain malem
tahun baruan”, sapaan biasa dari teman2. Emang malem tahun baru itu serunya apa
sih? Toh Cuma liat kembang api dan petasan, toh Cuma pergantian tahun, terus
kenapa emang kalo pergantian tahun? Pergantian tahun itu wajar teman, kalau ga
ada pergantian tahun, pedagang-pedagang kalender pada gulung tikarlah, dan usia
kita juga ga mungkin bertambah-tambah, kalau begitu ga ada lagi istilah ulang
tahunan, ga ada lagi yang mengingatkan kita pada kematian.
“Malem tahun baru itu, hal besar loh
yang dirayakan oleh semua penduduk dunia kayak Amrik, Jepang, Korea, Jerman
bla..bla..bla..”. Bukan masalah ngerayain atau nggak, tapi bagaimana cara kita
menyambut tahun baru itu. Tahu nggak kalau pemikiran kita telah di doktrin oleh
orang-orang barat terutama Amerika kalau apa-apa yang dilakukan atau dikatakan
mereka adalah yang terbaik sehingga kita selalu ikut-ikutan segala macam
kegiatan mereka tanpa tahu apa manfaat buat kita. Masyarakat Indonesia terlalu
penurut, jadi ngikut aja‼ kasian.. emang mau jadi
pengikut selamanya?
Marilah kita mulai sesuatu yang baru
dengan yang baik-baik agar kita juga mendapatkan yang baik-baik pula. Masih
banyak cara yang lebih bijak‼
Udah
tinggalin ajah :D