Halaman

Jumat, 03 Januari 2014

Ketika Tahun Baru Menjelang…




            Heran, heran sekali melihat orang-orang yang menyambut pergantian tahun dengan cara yang sebenarnya  itu tidak menguntungkan mereka. Kenapa harus dirayakan?? Kenapa kalau tidak dirayakan?? Toh meskipun dirayakan ga ngubah nasib kita kan? Mending malam pergantian tahun baru itu kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Ga usah buang-buang duit demi beli terompet dan petasan, mending ditabung buat bekal menjalani hari baru, iya ga sih? (sifat orang2 Indonesia konsumtif sih, jadi agak susah nabung).
 “Kan di buku N. Greogory Mankiw dijelaskan semakin besar tingkat konsumsi kita, maka GDP kita akan meningkat juga, hal ini bagus untuk pembangunan”. Kata siapa? Emang bener, tapi dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjangnya?? Negara sekarat mending ditabung sehingga ada modal untuk diinvestasikan. Cara ini lebih membantu pembangunan Negara. Konsumsi emang perlu, tapi ga berlebihan juga.
            Aneh aja, denger doa-doa dan harapan-harapan mereka di tahun yang akan datang, entah tantang karirnya, jodohnya, kuliahnya, sekolahnya dan la…la…la…tapi cara mereka menyambut pergantian tahun baru masih aja seperti itu hmm heran… Kalo emang ingin yang baik2 ditahun mendatang, harusnya pergantian tahun juga dimulai dengan yang baik-baik pula, bukan malah menghamburkan duit kemana-mana, mending kalau disedehkan ke masyarakat kalangan bawah, lah ini? Uangnya dibuat beli petasan, kembang api, terompet dan berbagai atribut tahun baruan, hal ini malah menambah perdagangan petasan meraja lela, katanya dilarang?? Tapi? Entahlah..
            “ga gaul lu, ga ikut ngerayain malem tahun baruan”, sapaan biasa dari teman2. Emang malem tahun baru itu serunya apa sih? Toh Cuma liat kembang api dan petasan, toh Cuma pergantian tahun, terus kenapa emang kalo pergantian tahun? Pergantian tahun itu wajar teman, kalau ga ada pergantian tahun, pedagang-pedagang kalender pada gulung tikarlah, dan usia kita juga ga mungkin bertambah-tambah, kalau begitu ga ada lagi istilah ulang tahunan, ga ada lagi yang mengingatkan kita pada kematian.
            “Malem tahun baru itu, hal besar loh yang dirayakan oleh semua penduduk dunia kayak Amrik, Jepang, Korea, Jerman bla..bla..bla..”. Bukan masalah ngerayain atau nggak, tapi bagaimana cara kita menyambut tahun baru itu. Tahu nggak kalau pemikiran kita telah di doktrin oleh orang-orang barat terutama Amerika kalau apa-apa yang dilakukan atau dikatakan mereka adalah yang terbaik sehingga kita selalu ikut-ikutan segala macam kegiatan mereka tanpa tahu apa manfaat buat kita. Masyarakat Indonesia terlalu penurut, jadi ngikut aja kasian.. emang mau jadi pengikut selamanya?
            Marilah kita mulai sesuatu yang baru dengan yang baik-baik agar kita juga mendapatkan yang baik-baik pula. Masih banyak cara yang lebih bijak
Udah tinggalin ajah :D